Everland - 3 - ID

· 4 min read · 637 words
#Story#Original#Isekai

Ada sesuatu yang mengasyikkan mengetahui kau memiliki markas rahasia. Bukan markas rahasia besar yang bisa muncul di film-film, tapi ruangan tertutup di mana kau menyimpan barang-barang pribadimu. Yah, kamar juga memiliki fungsi yang sama tapi kata kuncinya adalah rahasia.

Alih-alih naik kami malah menuju ruang bawah tanah. Jika kau heran kenapa rumah kami memiliki ruang bawah tanah, aku tidak membuat ruang bawah tanah ini tapi itu ternyata perbuatan ayahku. Selain satu ruangan menjadi gudang, orang itu juga memiliki kantor kerjanya.

Kami tidak pergi ke kantor ayahku tapi ke gudang. Bola cahaya berwarna kuning muncul dari telapak tangan kananku, mengukir kegelapan di lorong itu. Lantai dan dinding yang terbuat dari batu dan tanah liat muncul di depan kami.

Aku menggenggam tangan kanan An dengan tangan kiriku. Saat kakiku menyentuh lantai, perasaan dingin menyebar dari telapak kakiku. Huh, lorong ini menyeramkan seperti biasa. Untungnya aku sudah terbiasa karena akhir-akhir ini hampir setiap malam menyelinap ke sini.

Aku melirik ke belakangnya, melihat An yang menempel padaku. “Hei, apakah kau baik-baik saja?”

Huh, bahkan gadis ini bisa berperilaku seperti gadis biasa.

“Kenapa kau bisa takut gelap?”

“Aku…” Gadis itu mengalihkan pandangannya.

“Tidak apa-apa jika kau tidak ingin memberitahuku.” Aku menggelengkan kepala. “Daripada itu, apa yang akan aku berikan pasti akan membantu mengatasi ketakutanmu.”

Aku menariknya melalui lorong. Saat kami lewati pintu kantor ayahku, An melirik sedikit lebih lama. Kemudian kami sampai.

Itu hanya gudang biasa, ada barel dan kotak kayu yang agak berdebu. Bau apek dan debu ada di seluruh ruangan. Di sudut ruangan aku menggeser salah satu kotak kayu menggunakan telekinesis. Memperlihatkan tangga bawah tanah.

“Ayo.” Aku turun terlebih dahulu.

Aku membuat tangga itu setinggi 2 meter. Kau tidak tahu betapa sulitnya menggali lubang ini, karena aku harus menyembunyikan semua tanah yang aku gali, tapi akhirnya aku menyadari aku hanya perlu mendorong dan memadatkan tanah ke dalam daripada menggali keluar, membuatnya jauh lebih mudah dan membuat dinginnya jauh lebih kuat.

Kami akhirnya sampai di dasar. Ruangan itu seluas 4x3 meter dan setinggi 2 meter, yang semua sisinya terbuat dari batu buatan yang terdiri dari kalsium, aluminium, dan besi yang diam-diam aku kumpulkan di sekeliling rumah dan jauh di bawah tanah, membuat ruangan ini berwarna abu-abu putih.

Aku mematikan cahaya di tangan kananku saat lampu di atas ruangan perlahan memancarkan cahaya. An melirik lampu-lampu itu dengan tatapan penasaran, dia selalu melakukan hal itu setiap kali kami kemari.

Pemandangan berbagai mineral dan batu beragam ukuran tersebar di sudut ruangan. Aku langsung menuju sisi lain ruangan yang terdapat sofa dan meja bundar besar.

[https://www.youtube.com/watch?v=LH3DSHUOUKI]

“Jadi apa?” tanya An.

Aku tidak langsung menjawabnya. Malah naik ke sanggahan kaki yang membuatku bisa bersandar pada meja bundar itu. Itu meja baru berwarna hitam keunguan, terbuat dari material yang hanya ada di dunia ini.

Jariku menelusuri ukiran di permukaannya. Kemudian aku berbalik melihat An. Karena aku berada di atas sanggahan kaki itu, aku melihat ke bawah padanya.

“Kau sudah mengetahui banyak rahasiaku dan dua tahun ini membuatku telah menganggapmu sebagai saudariku sendiri.” Perlahan aku menarik energi dari kedalaman jiwaku.

An terlihat bingung dengan pernyataanku yang tiba-tiba. “Tidak.” Dia menggelengkan kepalanya. “Aku tidak pantas.” Pandangannya menjadi sedih saat matanya menjadi agak berair. “Di masa depan kau akan menjadi Arcmagus—”

“An!” Gadis itu tersentak. “Apakah kau percaya padaku?”

Dia dengan cepat mengangguk, semakin kesulitan menahan air agar tidak melembabkan pandangannya. “Tapi aku—”

“Maka itu sudah cukup. Ya, aku tahu kau menyembunyikan sesuatu. Dan tidak, aku tidak khawatir tentang rahasiamu. Karena…”

Aku melebarkan kedua tanganku ke udara dengan sangat dramatis. Partikel emas dengan cepat berkumpul di udara di belakangku, membentuk siluet pedang. Bersamanya ukiran di meja itu bersinar dengan warna-warni keemasan.

Fragrant_Olive_Sword “Aku adalah yang terkuat!” Semua partikel cahaya meledak dan bergegas menuju gadis itu.

Endless light of hope, guide.” “Born for the good, judgement for the evil!” “The true purpose of her name!” “Sword of Selection, grant your power!

Comments (0)

No comments yet.